Yang Lagi Rame Di BIcarakan

Halaman

ADVERTISEMENT

rais fadillah. Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
hmmm,,,, menurut saya dengan membaca kita dapat menambah pengetahuan , bukan hanya itu saja membaca membuat suasana hati juga menjadi senang jadi kenapa membaca sangat di benci yah? apa mungkin pusing ngeliat huruf huruf yang bertebaran kaya semut,,,, gak tw juga sih,,, yang jelas membaca ada salah satu kegiatan positif

Pengikut

Labels

Cari Blog Ini

Five Post Widget

Popular Updates

Ibt Magazine

Rabu, 24 April 2013

Eyang Subur Ditetapkan Sesat Oleh MUI, Akankah Para Pengikut Menjauhi Eyang Subur??

rais kim hyun     Rabu, April 24, 2013    

Masalah Eyang Subur memang menjadi fenomena di tengah-tengah masyarakat saat ini. Bukan hanya di kalangan kaum muslim, tetapi juga nasrani dan agama lain. Nama Eyang Subur pun menjadi semakin “subur” karena dibicarakan setiap hari di televisi. Munculnya nama Eyang Subur di tengah-tengah masyarakat diawali dari perselisihannya dengan Adi Bing Slamet. Adi yang merasa tidak puas dengan perlakuan Eyang Subur melakukan pelaporan ke media massa, polisi dan juga MUI. Eyang Subur pun akhirnya diinvestigasi oleh MUI untuk mendapatkan kebenarannya. Seperti biasa orang membela diri, Eyang Subur melalui kuasa hukumnya selalu menyatakan tidak sesat dan hidup sesuai syariat Islam. Bahkan Eyang Subur telah melaporkan Adi Bing Slamet ke Bareskrim Polri aras tuduhan pencemaran nama baik. Namun, kini status Eyang Subur sudah ditetapkan oleh MUI. MUI menetapkan Eyang Subur menyimpang ajarannya atau sesat. Ada dua hal yang menjadi dasar pertimbangan MUI menetapkan Eyang Subur sesat. Setelah memanggil Adi Bing Slamet dan Eyang Subur, MUI berkesimpulan ajaran Eyang Subur sesat karena melakukan praktik perdukunan. Ditambah lagi, Subur memiliki delapan istri dalam waktu bersamaan. Karena itu, MUI meminta Eyang Subur segera bertobat. “Kita berunding, berdiskusi, dan ternyata ditemukannya praktik perdukunan dan penyimpangan syariat istri Subur lebih dari empat. Kami juga mengimbau kepada umat Islam supaya hati-hati terhadap praktik perdukunan dan praktik peramalan. Kita harapkan mereka menghentikan praktiknya dan kembali sadar ke ajaran agama yang benar,” kata Ketua Investigasi MUI, Umar Shihab saat ditemui di kantor MUI, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2013) (okezone.com). Keputusan status Eyang Subur ini akan meyakinkan masyarakat siapakah sebenarnya Eyang Subur. Sebenarnya dari awal masyarakat banyak yang sudah menduga Eyang Subur ini adalah dukun atau “orang pintar”. Karena dia bisa punya banyak harta tanpa pekerjaan yang pasti. Seorang yang bisa kaya dan punya banyak harta tanpa ada pekerjaan pasti, kemungkinan besarnya adalah seorang dukun atau “orang pintar”. Sebagai contoh adalah Ki Joko Bodo, yang bisa punya harta melimpah tanpa punya pekerjaan resmi. Apalagi dia sering disebut Eyang sejak dia masih muda. Kini Eyang Subur sudah ditetapkan sesat, lalu apa yang akan menjadi respon masyarakat (pengikutnya)?? Saya pikir masyarakat yang suka perdukunan akan tetap ramai mengunjungi Eyang Subur. Karena sebagian orang sebenarnya sudah tahu siapa Eyang Subur dan akan tetap meminta pertolongannya. Mengapa?? Karena banyak manusia yang punya kecenderungan ingin kaya dengan jalan pintas. Meminta pertolongan dukun atau “orang pintar” adalah salah satu cara yang paling mudah. Kita tinggal meminta arahan dan ketika berhasil tinggal memberi persenan kepada si dukun. Praktek perdukunan seperti ini sudah sering dan hampir selalu ada di setiap daerah. Kehadiran dukun atau “orang pintar” seperti sudah menjadi “kebutuhan” beberapa orang. Fatwa apapun yang dikeluarkan MUI tidak akan begitu dipedulikan oleh orang-orang ini. Karena mereka tetap menganggap harta lebih penting daripada iman. Oleh karena itu, kita harus terlebih dahulu menyadarkan diri kita untuk tidak diperbudak uang atau harta. Karena dengan begitu, kita tidak akan mudah terikut memanfaatkan dukun atau “orang pintar”. Ketika kita hidup bersyukur, puas dan hanya mengandalkan Tuhan dalam hidup kita, maka kita tidak akan pernah menemui dukun atau “orang pintar”. Jadi, mari kita terus memperkuat iman kita dan tidak mencari jalan pintas apapun untuk menjadi kaya dan terkenal. Karena apa gunanya kita meraih kepopuleran di dunia ini, jika pada akhirnya kita binasa dan masuk neraka jahanam.

0 komentar :

About us

Common

Category

FAQ's

Category

FAQ's

© 2011-2014 Give comment and respect.... That's all | Distributed By My Blogger Themes | Designed By Bloggertheme9