Yang Lagi Rame Di BIcarakan

Halaman

ADVERTISEMENT

rais fadillah. Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
hmmm,,,, menurut saya dengan membaca kita dapat menambah pengetahuan , bukan hanya itu saja membaca membuat suasana hati juga menjadi senang jadi kenapa membaca sangat di benci yah? apa mungkin pusing ngeliat huruf huruf yang bertebaran kaya semut,,,, gak tw juga sih,,, yang jelas membaca ada salah satu kegiatan positif

Pengikut

Labels

Arsip Blog

Cari Blog Ini

Five Post Widget

Popular Updates

Ibt Magazine

Selasa, 14 Februari 2012

Kubah Kiamat di Kutub Utara

rais kim hyun     Selasa, Februari 14, 2012    

Sebuah bangunan sangat kuat yang dibangun di Kutub Utara untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia resmi difungsikan. Fasilitas yang disebut sebagai Kubah Kiamat (Doomsday Vault) ini dibuat di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari kutub utara.
Kubah ini akan berfungsi untuk menyimpan biji-bijian dari seluruh dunia guna melindungi plasma nutfah. Harapannya, jika terjadi bencana besar yang melanda dunia, biji-bijian yang disimpan di kubah itu akan bisa menjadi sumber penyelamat manusia sebelum terjadi kelaparan.

Karena fungsi sebagai penyelamat manusia, maka kubah itu diberi nama Kubah Kiamat (Doomsday Vault). Kubah tersebut terletak di dalam sebuah gunung beku di Kepulauan Svalbard, Norwegia, 1100 kilometer dari Kutub Utara.


Dalam pernyataannya, Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyebut bahwa Svalbard Global Seed Vault merupakan kebijakan penyelamatan kami. “Ini adalah ‘Bahtera Nuh’ untuk melindungi keragaman biologi generasi masa depan,” ujar Jens Stoltenberg dalam upacara peresmian kubah itu.

Acara yang monumental tersebut juga dihadiri oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manual Barroso, dan penerima Nobel Perdamaian 2004, Wangari Maathai, dari Kenya.

Setelah diresmikan, kubah yang berada di dalam perut gunung sedalam 127,5 meter ini akan menyimpan cadangan bibit dari ratusan bank benih dari seluruh dunia. Ruangan di dalamnya dapat memuat 4,5 juta sampel benih.

Kubah yang pembangunannya memakan biaya US$9,1 juta-hasil kerja sama Global Crop Diversity Trust, lembaga yang didanai badan PBB untuk urusan pangan atau FAO (Food and Agriculture Organization) dan Biodiversity Internasional yang berbasis di Roma, Italia-diharapkan benar-benar bisa jadi solusi masa depan demi kelangsungan kehidupan manusi



0 komentar :

About us

Common

Category

FAQ's

Category

FAQ's

© 2011-2014 Give comment and respect.... That's all | Distributed By My Blogger Themes | Designed By Bloggertheme9